Menu
PAGUYUBAN KELUARGA DJUWENI

Mengenal Sifat Egois, Darimanakah sifat egois itu muncul...

 






Di antara Anda mungkin setidaknya ada satu orang yang bersifat egois. Jika melihat perilakunya, Anda pasti sangat kesal karena ia terlalu mementingkan diri sendiri. Namun, pernahkah Anda terpikir, dari mana sifat egois ini muncul? Lalu, apa saja tanda-tanda orang yang memiliki egoisme tinggi?

Apa itu sifat egois?

Egois adalah kecenderungan untuk memprioritaskan keinginan dan kebutuhan sendiri di atas kebutuhan dan keinginan orang lain. Seseorang dengan sifat ini kerap bertindak berlebihan dengan caranya, semata-mata untuk menguntungkan diri sendiri, meski harus merugikan orang lain.

Sifat egois ini sendiri berasal dari paham egoisme yang dikenalkan di dalam dunia filsafat. Menurut paham tersebut, egoisme adalah pandangan bahwa seseorang bertindak dan harus bertindak untuk kepentingan dan keinginannya sendiri. Salah satu pahamnya menyebut, hal ini dilakukan untuk memenuhi tujuan akhir setiap orang, yaitu kesejahteraannya.

Mengapa kadar sifat egois setiap orang berbeda-beda?

Sifat egois itu sendiri sebenanya dimiliki oleh setiap orang. Hanya saja, beberapa orang mungkin memiliki tingkat egoisme yang tinggi dan berlebihan, yang justru dapat merugikan orang lain.

Pada tahap tertentu, keegoisan yang dilakukan masih dianggap normal. Ini biasanya dilakukan sebagai bentuk self love atau cara mencintai diri sendiri, seperti memenuhi kebutuhan makanannya sendiri sebelum memberikan kepada orang lain. Ini juga bisa ditunjukkan dengan menolong dirinya sendiri terlebih dahulu saat terluka sebelum membantu orang lainnya.

Namun, keegoisan juga bisa menjadi ciri dari tipe kepribadian yang patologis atau tidak wajar. Biasanya, ini terjadi ketika seseorang memprioritaskan kebutuhan kecilnya di atas kebutuhan orang lain yang signifikan. Misalnya, seorang anak mencuri uang dari dompet ibunya untuk hanya membeli buku komik, padahal uang itu akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari mereka.

Tak hanya itu, dilansit dari Good Therapy, egoisme seseorang yang berlebihan juga bisa terkait dengan masalah kesehatan mental tertentu, seperti gangguan kepribadian. Salah satunya adalah gangguan kepribadian narsistik dan antisosial yang menyebabkan seseorang begitu terpaku pada keinginannya sendiri, tanpa peduli pada kebutuhan orang lain.

Selain itu, orang yang depresi pun kerap mengembangkan sifat ini. Sebagai contoh, ia begitu tenggelam dengan perasaan penderitaannya, sehingga seringkali tidak dapat mengasuh anak atau berkomunikasi dengan pasangannya.

Apa ciri-ciri orang egoisme tinggi?

Anda mungkin tidak menyadari bahwa diri Anda atau orang di sekitar Anda memiliki egoisme yang tinggi dan berlebihan. Biasanya, sifat ini akan terlihat saat Anda berada di suatu hubungan atau tim, baik itu dengan rekan kerja maupun egois pada pasangan Anda.

Untuk membantu Anda mengenal sifat ini, berikut adalah ciri-ciri atau tanda-tanda orang egois yang perlu Anda ketahui:

1. Cenderung menyalahkan orang lain

Seseorang yang egois cenderung menyalahkan orang lain atas kesalahan yang terjadi di dalam timnya. Ia tidak melihat upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kesalahan tersebut atau apa yang dapat dilakukan untuk membantu orang lain.

2. Sering mendebat orang lain

Tak hanya menyalahkan orang lain, orang yang memiliki egoisme tinggi seringkali menentang pendapat orang lain. Padahal, apa yang ditentang belum tentu salah. Hal inilah yang kerap menimbulkan pertengkaran hingga perpecahan di dalam tim.

3. Sulit menerima kritik orang lain

Suka mengkritik dan mendebat orang lain, tetapi tidak menerima kritik dari orang lain, itulah ciri lainnya dari orang egois. Ia memiliki sejuta alasan untuk mengelak dari tindakan salah yang dilakukannya. Jika ada rekan kerjanya yang salah, ia akan habis-habisan menyalahkan orang tersebut, tetapi jika ia yang salah, ia akan berdalih bahwa dirinya sedang punya masalah tidur, belum makan, atau sebagainya.

Orang dengan sifat ini meyakini bahwa kritikan yang ditujukan padanya hanya sebagai cara untuk menjatuhkannya. Karena itulah, ia tidak mau menghadapi kritikan dari orang lain dan berpikir bahwa semua kritikan yang tertuju padanya harus ditangkis.

4. Takut gagal

Orang dengan egoisme tinggi umumnya tidak berani ambil risiko atau keluar dari zona nyamannya karena takut gagal dan takut ditertawakan. Ini dilakukan karena ia berpikir bahwa ada orang lain di luar sana yang akan terus menghakimi apa yang dilakukannya.

5. Sulit meminta maaf

Seseorang yang egois tidak pernah merasa salah atas tindakan yang dilakukannya, karena itu ia tidak pernah meminta maaf. Ini terkait dengan ciri lainnya yang sering menyalahkan orang lain atas kekurangan yang terjadi. Jika orang lain salah, ia bisa menyimpan dendam hingga orang tersebut meminta maaf. Namun, jika ia yang salah, ia percaya bahwa orang lain harus menerimanya begitu saja.

6. Mudah frustasi dan tidak sabar

Seseorang dengan sifat ini berpikir bahwa dirinya lebih cerdas dan cepat dalam menyelesaikan tugas. Oleh karena itu, ia bisa menjadi frustasi dan tidak sabar jika orang lain mengerjakan tugas lebih lama dibandingkan dirinya, meski perbedaan waktu tersebut hanya sedikit. Ia pun cenderung hanya mengeluhkan tentang lambatnya waktu yang dibutuhkan orang lain untuk mengerjakan tugas dibandingkan harus membantu orang tersebut.

7. Tidak mau berbagi

Parahnya, orang yang memiliki sifat egois sering tidak mau berbagi, memberi, atau bertukar pikiran. Ia menyimpan banyak informasi untuk dirinya sendiri, karena ia berpikir dirinya berada di dalam lingkungan yang kompetitif.  https://hellosehat.com/mental/mental-lainnya/egoisme/


  Di antara Anda mungkin setidaknya ada satu orang yang bersifat egois. Jika melihat perilakunya, Anda pasti sangat kesal karena ia terlalu ...
SANKRAMA Selasa, 27 September 2022
PAGUYUBAN KELUARGA DJUWENI

Pentingnya Pendidikan Agama Islam Bagi Anak Usia Dini

 Di dunia yang serba modern saat ini, moral merupakan suatu hal yang kurang diperhatikan bagi generasi muda, padahal, nilai moral sangat penting untuk kemajuan bangsa, pembentukan moral bisa ditempuh dengan pendidikan agama islam dari usia dini.


Pendidikan Agama Islam bagi anak usia dini adalah sarana untuk menyiapkan peserta didik dalam mememahami, mengenal, bertakwa, mengimani ajaran agama, mengamalkan akhlak mulia beragama Islam dari sumber utamanya yaitu kitab suci Alquran dan hadis, melalui kegiatan pengajaran, pembimbingan dan latihan serta penggunaan pengalaman. Jadi, pembelajaran Pendidikan Agama Islam bagi anak usia dini adalah proses interaksi dan pengenalan yang berlangsung antara pendidik dan peserta didik untuk memperoleh pengetahuan dan menghayati, meyakini dan mengamalkan ajaran agama Islam.

Dalam proses pembelajaran pendidik mempunyai peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas dan kuantitas pembelajaran yang dilaksanakan, tenaga pendidik harus selalu menciptakan suasana yang kondusif dalam lingkungan pendidikan dan menjalankan tugasnya di dalam kelas dengan maksimal hingga mencapai pembelajaran yang efektif.

Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran, pendidik tidak saja dituntut menguasai materi pelajaran, metode mengajar, media pengajaran atau sarana pembelajaran.Tetapi pendidik juga harus menciptakan situasi dan kondisi belajar mengajar yang kondusif dan bisa berjalan dengan baik sesuai perencanaan sehingga mencapai tujuan yang telah direncanakan.

Mengapa Pendidikan Agama Islam bagi anak usia dini itu penting ? hal ini disebabkan Pendidikan Agama Islam memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan pendidikan lain pada umumnya, Pendidikan Agama Islam bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan siswa dan siswi kepada Allah SWT. Pendidikan Agama islam ini memiliki tujuan yang sejalan dengan misi Islam yaitu mempertinggi nilai-nilai akhlak pada diri manusia sehingga mencapai akhlak mulia.

Keberhasilan Pendidikan Agama Islam bagi anak usia dini akan berdampak baik terhadap keberhasilan pendidikan nasional. Begitu juga sebaliknya keberhasilan pendidikan nasional secara masif membantu mencapaian pendidikan agama Islam, sebab itu keberadaan pendidikan agama Islam oleh pemerintah dijadikan mitra untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan bernegara.

Proses pembelajaran bisa dibilang merupakan suatu proses penyampaian ilmu pendidikan yang sangat penting terutama untuk mencapai tujuan pendidikan. Tidak ada hasil jika tidak adanya proses. Jadi, untuk menghasilkan peserta didik yang berhasil secara optimal dalam belajarnya maka diperlukan proses pembelajaran yang juga optimal.

Kesimpulan dari penulis adalah bahwa pendidikan anak usia dini sangat penting dalam menyiapkan peserta didik agar terbentuknya karakteristik umat muslim olah sebab itu pemerintah harus lebih giat lagi mempersiapkan lembaga-lembaga pendidikan agama bagi anak.



  Di dunia yang serba modern saat ini, moral merupakan suatu hal yang kurang diperhatikan bagi generasi muda, padahal, nilai moral sangat pe...
SANKRAMA Selasa, 20 September 2022
PAGUYUBAN KELUARGA DJUWENI

7 Cara Bergaul dengan Tetangga, Ciptakan Lingkungan yang Harmonis


Di Indonesia, tetangga bisa dibilang saudara terdekat kita. Kalau ada apa-apa atau perlu bantuan secepat mungkin, kemungkinan besar yang akan kita “repotkan” adalah tetangga. Itulah mengapa, sebisa mungkin kita harus memiliki hubungan baik dengan tetangga.

Tapi, membangun hubungan yang baik dengan orang lain nggak semudah membalikkan telapak tangan, ya. Begitu juga dengan tetangga. Nah, supaya hidup kamu bebas drama dengan para tetangga di sekitar rumah, coba 7 cara bersikap baik dengan tetangga yang PopBela berikan berikut ini.

1. Bersikap ramah, tapi nggak terlalu ramah

Hal pertama yang harus kamu lakukan jika ingin memiliki hubungan baik dengan tetangga adalah usahakan selalu bersikap ramah. Tapi, ingat, nggak perlu terlalu ramah seperti bersikap kepada teman akrab. Nggak masalah kalau kamu ternyata bisa bersahabat dengan tetangga, tapi jangan memaksakannya. Beberapa tetangga mungkin lebih menyukai privasi dan kamu harus menghargainya.

2. Jangan bikin gangguan dan jangan mengganggu

Hindari melakukan hal-hal mengganggu, seperti menyetel musik terlalu keras atau mengadakan pesta di halaman tanpa seizin tetangga atau RT. Jangan juga menjadi pengganggu dengan mengajak ngobrol tetangga selama satu jam saat bertemu di luar rumah. Kalau kamu menghormati tetangga, pasti tetangga juga akan menghormati kamu sebagai balasannya.

3. Usahakan selalu menolongnya

Jika kamu mendapatkan surat atau paket yang seharusnya dikirim ke rumah sebelah, segera berikan kepada mereka. Kalau tetangga mengalami masalah telepon dan meminta izin menggunakan teleponmu, berikan dengan senang hati. Jangan segan juga menawarkan bantuan saat kamu nggak sengaja melihat mereka kesulitan. Pertolongan kecil ini bisa sangat berarti dan akan sangat membantu dalam meningkatkan hubunganmu dengan tetangga.

4. Jangan pelit memberi

Saudara mengirimkan kue dan terlalu banyak untuk keluargamu makan sendiri? Berikan ke tetangga. Pasangan suami istri sebelah rumah baru saja melahirkan anak pertama? Berikan kado untuk mereka sebagai tanda kamu ikut merasa senang. Sikap murah hatimu ini bisa membuat tetangga jadi menyukaimu dan hubungan baik lebih mudah terwujud.

5. Jangan malu minta maaf

Jika dulu kamu pernah melakukan kesalahan yang membuat hubungan dengan tetangga jadi buruk, kamu mungkin harus mempertimbangkan untuk meminta maaf. Tapi, lakukan ini  dengan tulus dan sepenuh hati, jangan baru minta maaf setelah kamu ada perlunya dengan tetangga. Minta maaflah supaya hubungan buruk dengan tetangga jadi lebih baik.

6. Jangan membuat berantakan hingga ke rumah tetangga

Sepenuh apa pun tempat sampah di depan rumah, usahakan jangan sampai membuat tempat sampah tetangga ikut berantakan. Apalagi jika si tetangga terkenal sebagai orang yang rapi. Kalau punya pohon besar di rumah, usahakan jangan sampai daun-daunnya mengotori halaman tetangga. Hal-hal kecil seperti ini sangat mungkin membuat hubunganmu dengan tetangga jadi buruk.

7. Saling bertoleransi

Nggak semua hal perlu diributkan dengan tetangga. Kalau selama ini tetangga maklum dengan suara tangisan bayimu atau suara berisik anak-anak saat bermain, kamu juga harus maklum saat membuat dirimu merasa sedikit nggak nyaman. Selama nggak merugikan dirimu atau keluargamu, kamu harus bisa bertoleransi supaya bisa memiliki hubungan baik dengan tetangga. https://www.popbela.com/

Di Indonesia, tetangga bisa dibilang saudara terdekat kita. Kalau ada apa-apa atau perlu bantuan secepat mungkin, kemungkinan besar yang aka...
SANKRAMA Minggu, 18 September 2022
PAGUYUBAN KELUARGA DJUWENI

Pertemuan Paguyuban Keluarga Djuweni Periode 3

Pertemuan Rutin Keluarga Djuweni Periode 3 Putaran pertama dialaksanakan di Rumah Bpk Arfan Tiono pada tanggal 4 September 2022 jam 10.00


Pertemuan yang cukup hidmat ini dihadiri oleh semua anggota paguyuban dengan susunan acara yang telah disepakati. Pada kesempatan tersebut Bpk Arfan Tiono yang berketempatan menyampaikan permohonan maaf yang sebesar besarnya bilamana ada tempat dan suguhan yang kurang berkenan, pada kesempatan tersebut juga disampaikan dipersilahkan bilamana ada anggota keluarga baru yang ingin bergabung, karena pada dasarnya keanggotan paguyuban ini bukan hanya untuk keluarga inti tapi juga untuk semua anak / keturunan dari anggota inti


Pertemuan Rutin Keluarga Djuweni Periode 3 Putaran pertama dialaksanakan di Rumah Bpk Arfan Tiono pada tanggal 4 September 2022 jam 10.00 Pe...
SANKRAMA Kamis, 08 September 2022
PAGUYUBAN KELUARGA DJUWENI

Persaudaraan Dalam Islam Senantiasa Mengikat Dan Mempersatukan Tujuan Serta Memperkuat Barisan


Hijrahnya Rasulullah Saw dan para sahabatnya ke kota Madinah membawa perubahan besar, menghentakkan perhatian dunia, menggoncang altar sejarah umat manusia. Perubahan drastis terjadi; arus perubahan itu pada utamanya terletak dalam semangat saling tolong menolong, meniupkan angin persatuan, keadilan, membungkam suara perpecahan, fanatisme etnis, suku, dan ras, semuanya bersatu di bawah bendera
 Laa Ilaaha Illallah Muhammad Rasulullah.


Tatkala Nabi Saw tiba di kota Madinah, setidaknya beliau meletakkan lima asas kemasyarakatan untuk menopang kekuatan umat Islam dengan sokongan kaum Muhajirin dan Anshar. Kelima asas yang dibangun oleh beliau adalah:

Pertama adalah Al-Ikha (persaudaraan). Rasulullah saw menegakkan masyarakat Islam atas dasar persaudaraan yang kokoh dan kuat. Karenanya kaum muslimin itu bersaudara.

Dalam Islam, persaudaraan tidak mengenal batas-batas teritorial, geografis, suku, etnis, ras, maupun warna kulit.  Ppersaudaraan dalam Islam senantiasa mengikat dan mempersatukan tujuan serta memperkuat barisan, mengajak kepada kerjasama, gotong royong, bahu membahu atas dasar kebaikan dan kasih sayang.

Imam Bukhari meriwayatkan, setiba kaum Muslimin dari Makkah ke Madinah, Rasulullah Saw mempersaudarakan Abdur Rahman bin Auf dengan Sa`ad bin Ar-Rabi`. Setelah dipersaudarakan Sa`ad berkata kepada Abdur Rahman, “Saya termasuk orang Anshar yang berharta banyak. Itu hendak saya bagi dua separoh untukku dan separo untuk Anda. Saya juga mempunyai dua istri, lihat dan tunjuklah mana di antara dua perempuan itu yang Anda sukai, ia akan kucerai dan bila iddah-nya telah selesai silakan Anda nikahi.”

Abdurrahman menjawab, “Semoga Allah memberkati keluarga dan harta Anda. Tunjukkan saja padaku di mana pasar tempat Anda berniaga.” Atas permintaan Abdur Rahman itu Sa`ad menunjuk pasar Qainuqa`. Beberapa waktu kemudian ternyata Abdur Rahman telah mempunyai kelebihan bahan makanan seperti keju (jubn) dan minya makan (samn).

Pada suatu hari ia datang menghadap Rasul. Beliau bertanya, “Apakah masih kesepian?” Abdur Rahman menjawab, “Saya sudah beristri.” “Berapa mahar mas kawin yang engkau berikan?” “Emas sebesar biji kurma.”

Masih banyak berita-berita riwayat yang menunjukkan betapa besar perhatian kaum Anshar terhadap saudara-saudaranya dari kaum Muhajirin. Dengan kesadaran tinggi dan persaudaraan yang tulus mereka rela mengorbankan sebagian kekayaan mereka untuk membantu kehidupan kaum Muhajirin.

KeduaAl-Musaawaah (persamaan derajat). Rasul Saw menegakkan masyarakat di atas kaidah persamaan yang sempurna antar umat manusia, bukan hanya di antara umat Islam, tapi juga di antara elemen masyarakat di luar komunitas Islam. Tidak ada kelebihan antara seseorang dengan lainnya, tidak ada kelebihan dan keistimewaan antara si kulit putih dengan si kulit hitam, tidak ada kelebihan antara orang arab dengan bukan arab.

Dengan semangat persamaan pula, Nabi menghapus diskriminasi yang sebelumnya membelenggu kehidupan umat manusia. Dalam salah satu kesempatan beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah telah menghilangkan semangat jahiliyah, kebanggaan mereka dengan nenek moyangnya, karena kalian berasal dari Adam dan Hawa, dan sesungguhnya semulia-mulia kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.” (HR. Baihaqi)

Ketiga, Al-Ta`aawun (Saling tolong-menolong). Rasulullah Saw mengetengahkan asas kehidupan masyarakat setelah hijrah atas sikap tolong-menolog. Tolong menolong tersebut untuk kebaikan dan keutamaan, menjauhi hal yang haram, membasmi kemunkaran yang bercokol, dan mengenyahkan kebatilan serta kemusyrikan, menjaga bangunan tubuh masyarakat Islam dari penyakit-penyakit masyarakat yang bisa membawa pada kehancuran dan bercerai-berai.

Keempat,
 Al-Tasamuh (toleransi). Masyarakat Islam ditegakkan atas dasar toleransi dalam makna dan cakupan yang luas. Islam menetapkan toleransi dan penghormatan terhadap keyakinan dan kepercayaan umat lain, serta tidak seorang pun yang dapat memaksakan kepercayaan dan agama Islam pada orang lain selaras dengan firman Allah:

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); telah jelas jalan yang benar dari jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Qs. Al-Baqarah: 256)

Salah satu fenomena yang cukup menghebohkan dunia Islam saat ini adalah adanya sekelompok umat yang aktif mengkafirkan kelompok lainnya. Mereka memandang bahwa orang-orang yang ada di luar kelompoknya, sebagai kafir, murtad, dan keluar dari Islam.

Setiap kali berbeda pendapat dengan orang lain, mereka dengan mudah menyerang lawan bicaranya itu dengan julukan kafir. Seolah-olah di dunia ini hanya dirinya saja yang berhak menganut agama Islam, sedangkan orang lain sangat rentan untuk menjadi kafir.

Maka dengan semangat hijrah, kita dididik untuk menjadi umat yang toleran dalam perbedaan pendapat dan pandangan, tidak mudah menjatuhkan vonis kafir, bid`ah, dan syirik kepada pihak lain sesama umat Islam.

Kelima, Al-A`dalah (keadilan). Rasulullah saw menegakkan masyarakat Islami atas dasar keadilan yang luas, baik terhadap kawan maupun lawan, keadilan yang tidak pandang bulu, pangkat dan kedudukan.

Keadilan yang dibangun oleh Rasul adalah keadilan yang memberikan hak sesuai porsinya; keadilan yang memandang kaum lemah itu kuat karena ada hak yang harus diterimanya dan memandang orang-orang kuat yang merampas dan menginjak-injak haknya orang lain itu lemah. Suara keadilan telah digemakan oleh Allah:

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (Qs. An-Nahl: 90)

Allah telah menyuruh kita berbuat adil, tidak cukup dengan adil saja, namun dengan keadilan itu, kita harus berbuat kebajikan. Keadilan yang menjadi asas pembangunan dan penyemaian nilai-nilai spiritual, moral, dan sosial dari peristiwa hijrah meniscayakan kesejajaran seseorang di hadapan Allah sehingga kehidupan umat Islam menjadi sentosa karenanya.

Dengan kekuatan asas yang dipancangkan oleh Rasulullah, lengkaplah unsur-unsur yang diperlukan bagi terbentuknya masyarakat yang beriman, bertakwa, bertauhid, yang berdiri gagah di atas puing-puing reruntuhan Jahiliyah. Masyarakat yang sanggup menghadapi gelombang-gelombang zaman dalam sejarah umat manusia. Masyarakat itu telah tiada, namun misi kebenaran Allah, Islam, dan tugas sejarah yang pernah diembannya tak pernah hilang.

Yang pasti adalah masa kehidupan umat manusia akan cerah ceria bila kemunkaran dan kebatilan telah sirna. “Dan katakanlah bila kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.” (Qs. Al-Isra: 81) (dkwt) alhikmah.ac.id

Hijrahnya Rasulullah Saw dan para sahabatnya ke kota Madinah membawa perubahan besar, menghentakkan perhatian dunia, menggoncang altar sejar...
SANKRAMA Jumat, 02 September 2022
PAGUYUBAN KELUARGA DJUWENI

Amar Makruf Nahi Mungkar, Perilaku yang Diperintahkan Allah SWT

Amar makruf nahi mungkar dalam istilah fiqh disebut dengan al Hisbah. Perintah yang ditujukan kepada semua masyarakat untuk mengajak atau menganjurkan perilaku kebaikan dan mencegah perilaku buruk.

Bagi umat Islam, amar makruf nahi mungkar adalah wajib, sebab syariat Islam memang menempatkannya pada hukum dengan level wajib. Dan siapa pun dari kita yang meninggalkannya, maka kita akan berdosa dan mendapatkan hukuman berupa siksa yang sangat pedih dan menyakitkan.

Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits berikut:


"Hendaklah kamu beramar makruf (menyuruh berbuat baik) dan benahi mungkar (melarang berbuat jahat). Kalau tidak, maka Allah akan menguasakan atasmu orang-orang yang paling jahat di antara kamu, kemudian orang-orang yang baik-baik di antara kamu berdoa dan tidak dikabulkan (doa mereka)." (HR. Abu Dzar).

Baca artikel detiknews, "Amar Makruf Nahi Mungkar, Perilaku yang Diperintahkan Allah SWT" selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-5201638/amar-makruf-nahi-mungkar-perilaku-yang-diperintahkan-allah-swt.

Selain itu, amar makruf nahi mungkar merupakan prinsip dasar agama Islam yang harus dilakukan oleh setiap muslim.



Ads by
Next

READ MORE
Hal tersebut sesuai dengan firman Allah SWT dalam al-Qur'an:

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى ٱلْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ ۚ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

Artinya: "Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung." (QS. Ali Imran: 104)

Dalam ayat lain, Allah SWT juga memerintahkan amar makruf nahi mungkar, karena perilaku ini merupakan perbuatan yang dapat memberikan keuntungan bagi pelakunya. Allah SWT berfirman:

ٱلَّذِينَ يَتَّبِعُونَ ٱلرَّسُولَ ٱلنَّبِىَّ ٱلْأُمِّىَّ ٱلَّذِى يَجِدُونَهُۥ مَكْتُوبًا عِندَهُمْ فِى ٱلتَّوْرَىٰةِ وَٱلْإِنجِيلِ يَأْمُرُهُم بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَىٰهُمْ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ ٱلطَّيِّبَٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ ٱلْخَبَٰٓئِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَٱلْأَغْلَٰلَ ٱلَّتِى كَانَتْ عَلَيْهِمْ ۚ فَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِهِۦ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَٱتَّبَعُوا۟ ٱلنُّورَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ مَعَهُۥٓ ۙ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

Artinya: "(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung." (QS al-A'raaf: 157).

Perintah amar makruf nahi mungkar juga banyak dijelaskan dalam hadits. Salah satunya adalah hadits dari Abi Said al-Khudri:

"Siapa yang melihat kemungkaran maka ubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka ubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya dan hal tersebut adalah selemah-lemahnya iman." (HR. Muslim).

Dalam hadits lain, dalam Shahih Muslim dari Abdullah bin Mas'ud Ra, Rasulullah SAW bersabda:

"Tidaklah seorang Nabi pun yang Allah Ta'ala utus di suatu umat sebelumku, kecuali memiliki pengikut-pengikut setia dan sahabat-sahabat. Mereka mengambil sunnahnya dan mengikuti perintahnya. Kemudian, datang generasi-generasi setelahnya yang mengatakan hal yang tidak mereka ketahui dan tidak diperintahkan. Maka, barang siapa memerangi mereka dengan tangannya maka ia adalah mukmin. Dan, barang siapa memerangi mereka dengan lisannya maka ia adalah mukmin. Dan, barang siapa memerangi mereka dengan hatinya maka ia adalah mukmin. Dan, tidak pernah ada di belakang itu semua keimanan sebesar biji atom."

 Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

Amar makruf nahi mungkar dalam istilah fiqh disebut dengan al Hisbah. Perintah yang ditujukan kepada semua masyarakat untuk mengajak atau me...
SANKRAMA Kamis, 01 September 2022