Menu
PAGUYUBAN KELUARGA DJUWENI


Kewajiban dalang adalah sebagaimana seorang pujangga. Jaman dahulu pujangga merupakan orang netral yang sengaja dijadikan tangan kanan raja dalam hal pertimbangan berbagai masalah yang berkenaan dengan poleksosbudhankam. Ingatkah masa akhir Soeharto yang mengumpulkan berbagai tokoh budaya seperti Ainun Najib, Willy (WS Rendra), dan lain-lainnya? Tokoh budaya itu hampir bisa disebut sebagai pujangga, namun belum. Nah dalang dianalogikan sebagai seorang pujangga. Pada masa era kerajaan dalang adalah corong pujangga, bukan sebagai corong pemerintah. Dimana seorang pujangga membuat manuskrip cerita yang bersumber pada Mahabarata dan Ramayana, kemudian dalang mentransfernya ke dalam sajiannya, manuskrip yang dibuat oleh pujangga tersebut sudah disesuaikan dengan kondisi poleksosbudhankam pada eranya masing-masing. Yasadipura mengubah Ramayana menjadi Serat Rama, Ranggawarsita mengubah Mahabharata dan Ramayana menjadi Serat Pustaka Raja. Di sana karya-karya pujangga tersebut kemudian dijadikan pakem (diktat) para dalang, sehingga masyarakat sangat menggemari wayang karena menyampaikan berita yang aktual dan sebagai pencerah.

Era setelah pujangga, seorang dalang yang seharusnya menjadi pengganti posisi kapujanggan merasa kehilangan kendali, karena terbiasa dicekoki atau tinggal memakan saja, sebagai konsumer, kini pujangga tidak ada, jadi terkesan kehilangan kiblat tidak tahu apa-apa. Akibatnya pertunjukan wayang semakin merosot secara moralitas, dan semakin dijauhi oleh para penggemarnya. Ironisnya sampai sekarang hal ini juga belum disadari oleh para penyandang gelar dalang itu sendiri, baik itu yang tenar maupun lokal. Kenapa saya berani berkata begitu, karena kebanyakan dalang alergi terhadap politik, terhadap hukum, terhadap ekonomi (kalau berbicara ini kan jadi malu ketika dia mengkebiri uang musisinya) dan lain sebagainya. Jamannya sudah berubah, berhubung perubahan ini tidak disampaikan oleh para pujangga maka akhirnya dalang tidak berubah, masih bersifat feodal (mungkin semua sistem sekarang di Indonesia masih feodal ya atau lebih keren istilahnya neokapitalisme).

Dari paparan itu maka dapat disimpulkan bahwa dalang itu bertugas sebagai seorang kritikus kehidupan kenegaraan, bukan sebagai corong pemerintah (adanya PEPADI dan SENAWANGI kurang saya anggap pas, karena porsi mereka masih di bawah naungan pemerintah dan hanya sebagai corong saja, justru menghambat kinerja dalang sebagai makhluk independen dalam berkarya) yang mengaktualkan dalam karyanya melalui cerita. Ketika Ranggawarsita mampu mengubah Mahabharata dengan mempoles dimana-mana, mengimbuhi berbagai adegan dan mampu menggabungkannya dengan Ramayana menjadi satu diktat yang disebut dengan Pustaka Raja Purwa dan berkat kepemerintahan Mangkunegara IV yang menterjemahkan kitab tersebut ke dalam bentuk balungan lakon (urutan adegan) yang disebut dengan Pakem Pedalangan Lampahan Wayang Purwa bukankah itu suatu kinerja antara pujangga, raja dan dalang sebagai alat penyampai kabar merupakan sinergi yang kuat untuk menjalin persatuan antara rakyat dan pemerintahnya. Matinya kapujanggan dan sistem kerajaan berarti dalang adalah menanggung beban kedua unsur tersebut, paling tidak adalah sebagai pujangga sekaligus. Apa itu pujangga?

Saya masih ingat kata-kata Ki Jlitheng Suparman ketika kami berdiskusi, bahwa seorang pujangga itu adalah seorang yang pana atau awas dan paham serti mengerti dalam hal politik, ilmu sosial, ilmu ekonomi, hukum, pertahanan dan keamanan sekaligus, mungkin bisa disingkat poleksosbudhankam. Jadi bukan hanya sekedar pandai menurat tulisan, membuat buku dan lain sebagainya, tapi wawasannya yang meliputi berbagai sendi kehidupan bernegara tersebut yang perlu digarisbawahi. Karena wawasannya tersebut maka dia selalu dijadikan tangan kanan raja, penasehat raja, dengan harapan keputusan raja sudah mempertimbangkan berbagai unsur tersebut. Meskipun sebenarnya pada jaman kerajaan memiliki punggawa yang sederajad dengan menteri dan menguasai sendi tertentu, tetapi peranan pujangga yang menempatkan dirinya netral (independen) ini lebih tinggi dari jabatan para menteri-menteri tersebut.

Sebagaimana tersebut di atas bahwa ketika era pujangga telah tiada, maka penggantinya adalah dalang, maka dalang itu harus memiliki wawasan luas seperti seorang pujangga. Tidak salah ketika Soekarno senang menonton wayang, karena dia mampu melihat gejolak rakyat jelata dalam pertunjukan tersebut, dan sekaligus kritikan bagi pemerintahan yang dia jalankan. Baru pada tahun 1977 Soeharto merusak kinerja dalang sebagai seniman independen menjadi budak yang bertugas menjadi corong, guna menunjang pemerintahannya. Bahkan memenjarakan beberapa dalang yang dianggap bertentangan seperti kasusnya Mbah Tristuti yang dianggap dalang PKI.

Nah sekarang sudah tahu bukan bahwa menjadi seorang dalang itu memang susah, dan sangat sulit. Maka tolong teman-teman kompasiana jangan menyebut saya mas dalang atau pak dalang, saya belum mampu dan kapasitas saya tidak mampu untuk menerima gelar tersebut. Dan sangat tidak etis tentunya menggunakan kata dalang sebagai istilah yang tidak sewajarnya, dikhawatirkan nanti anak cucu kita memahami kata dalang itu artinya “kepala”, “otak” sehingga semakin jauh dari harapan awalnya.Semoga yang sedikit ini bermanfaat bagi kita semua. Kritik dan saran sangat saya butuhkun demi keberlangsungan tulisan ini ... terima kasih. #Kompasiana.com





Kewajiban dalang adalah sebagaimana seorang pujangga. Jaman dahulu pujangga merupakan orang netral yang sengaja dijadikan tangan kanan raja ...
SANKRAMA Selasa, 23 Agustus 2022
PAGUYUBAN KELUARGA DJUWENI





Setiap orang tentu ingin mempunyai keluarga yang harmonis. Keluarga yang saling membersamai, selalu ada dalam suka dan duka adalah potret keluarga bahagia yang diimpikan banyak orang. Untuk membangun keluarga yang harmonis bukanlah perkara mudah, karena membutuhkan usaha tidak hanya satu orang melainkan seluruh anggota keluarga.

Ada langkah dan cara membangun keluarga harmonis yang bisa dilakukan. Berikut ulasannya secara lebih lanjut.

1. Saling Bersikap Jujur dan Terbuka

Jujur merupakan kunci keharmonisan keluarga. Sebuah kejujuran sangat bermakna, sehingga sekali saja seseorang melanggarnya maka bisa menjadi potensi kehancuran keluarga. Ironis memang, tapi sepenting itulah arti kejujuran. Jujur harus dilakukan oleh siapapun, termasuk orang tua dan anak. Sesulit apapapun situasinya, dengan kejujuran dan saling keterbukaan, beban yang dialami bisa dipikul bersama-sama. Dengan bersikap jujur dan saling terbuka, masalah yang ada bisa diselesaikan bersama tanpa harus sembunyi-sembunyi.

2. Saling Menjalin Komunikasi yang Baik

Selain kejujuran dan keterbukaan, poin penting lain dalam cara membangun keluarga harmonis adalah jalinan komunikasi yang baik. Komunikasi berperan penting dalam hal menyampaikan perasaan dan mengekspresikan apa yang dirasakan. Komunikasi juga mencegah timbulnya kesalahpahaman yang dapat terjadi pada anggota keluarga.

Oleh karena itu, dengan menjaga jalinan komunikasi secara baik, keluarga bisa terhindar dari masalah-masalah sepele.

3. Mengutamakan Kebersamaan dengan Keluarga

Setiap anggota keluarga mempunyai kesibukan masing-masing. Orang tua sibuk dengan pekerjaannya, anak sibuk dengan pendidikannya. Sebuah keluarga harus mengutamakan waktu untuk berkumpul bersama, tidak peduli sesibuk apa aktivitas yang dilakukan. Kebersamaan itu bisa berupa sarapan bersama, makan malam bersama, atau sekadar menonton acara televisi bersama. Kebersamaan akan semakin mengeratkan rasa kasih sayang antar anggota keluarga.

4. Bijak dalam Menghadapi Permasalahan

Cara membangun keluarga harmonis selanjutnya adalah harus bijak ketika menghadapi permasalahan yang ada. Hidup tidak selamanya berjalan mulus begitu saja, karena pasti akan ada persoalan dan hambatan yang menghadang. Agar bisa menjaga keluarga tetap harmonis, selesaikanlah permasalahan yang ada dengan kepala dingin dan bijak.

Yang lebih penting lagi, jangan sesekali melampiaskan permasalahan dari luar ke dalam keluarga.

5. Saling Memberikan Perhatian

Sudah seharusnya sebagai satu bagian keluarga harus mempunyai rasa sayang dan perhatian. Orang tua menyayangi anak-anaknya, demikian pula anak-anak menyayangi orang tuanya. Bentuk perhatian dapat ditunjukkan dengan hal-hal yang paling sederhana. Seorang ibu misalnya, bisa menunjukkan perhatian dengan membuatkan bekal makanan untuk dibawa ke sekolah anak. Ayah memberikan bentuk perhatian dengan cara mengajari anak-anak belajar. Dan masih banyak contoh lain.

6. Saling Menciptakan Suasana Menyenangkan

Cara membangun keluarga harmonis selanjutnya adalah saling menciptakan suasana yang menyenangkan. Keluarga bisa menjadi sumber kebahagiaan paling utama. Untuk menciptakan suasana keluarga bahagia bisa dilakukan meskipun karakter setiap anggota keluarga bisa berbeda. Masing-masing hanya perlu berusaha menyenangkan orang lain dengan caranya sendiri.

7. Menerima Kelebihan dan Kekurangan Anggota Keluarga

Keluarga adalah orang-orang terdekat yang idealnya sanggup menerima kelebihan dan kekurangan individu, sekalipun masyarakat menolaknya. Keluarga adalah tempat menggantungkan kehidupan, sehingga baik atau buruknya kepribadian seseorang tetap perlu dibersamai oleh keluarga. Yang menjadi kelebihan patut dibanggakan, sedangkan yang menjadi kekurangan harus dilindungi sebagaimana pepatah Jawa menyebutkan “mikul dhuwur, mendhem jero”.

8. Tidak Bersikap Egois dan Emosional

Ada kalanya seseorang merasakan tekanan emosi yang luar biasa sehingga di luar kendali dan marah besar. Hindarilah bersikap emosional kepada keluarga, terutama ketika marah. Jangan sampai bersikap atau berkata yang melukai hati ketika marah. Selain itu, hindarilah pula sifat egois, karena keegoisan tidak akan membawa hal baik termasuk untuk diri sendiri. Tidak apa-apa sesekali bersikap mengalah, karena mengalah tidaklah berarti kalah.

Mewujudkan keluarga yang harmonis tidak semudah membalikkan telapak tangan. Semua membutuhkan proses yang berbeda-beda, tergantung pada kondisi dan situasi masing-masing keluarga.


Setiap orang tentu ingin mempunyai keluarga yang harmonis. Keluarga yang saling membersamai, selalu ada dalam suka dan duka adalah potret ke...
SANKRAMA Jumat, 19 Agustus 2022
PAGUYUBAN KELUARGA DJUWENI

Begitu banyak orang yang merindukansebuah rumah tanggayangteramat indah, harmonis, bahagia, dan penuh dengan pesona cinta. Setiap orang yang berumah tangga menurutAhmadi Sofyan,pastilah mengharapkan ketenangan dan ketentraman. Suami istriyang disatukan dalam ikatan pernikahan, tentulah mendambakan rumah tangganya penuh ketentraman, aman, bahagia, dan selalu dalam keharmonisan. Rumah tangga yang semacam ini tentulah akan melahirkan generasiyang baik dan menyejukkan hati.

Untuk mewujudkan hal itu, Ahmadi Sofyan memberikan 6 langkah yang harus ditempuh. Pertama, rumah tangga teladan adalah rumah tangga yang suci, bersih, dan dihuni oleh orang-orang yang mencintai kesucian, karena mereka mengetahui bahwa Allah mencintai orang-orang yang senantiasa menampakkan rumahnya dalam keadaan bersih dan indah. Ini mereka lakukan karena menyadari bahwa Allah mencintai keindahan dan kebersihan adalah bagian dari keimanan seseorang.

Kedua, Rumah tangga teladan adalah rumah tangga yang dibangun berdasarkan kaidah-kaidah kebijkaksanaan, yakni berupa ketentraman, cinta, kasih sayang, terlepas dari kegaduhan dan kekerasan, tidak ada suara-suara kasar, dan tidak ada pula yang membuat teriakan-teriakan yang menyakitkan hati istri/suami dan anak-anaknya.

Ketiga, rumah tangga teladan memberikan perhatian yang sangat tinggi terhadap tumbuh kembangnya sang anak. Anak adalah amanah. Oleh karena itu kedua orangtuanya senantiasa memperhatikan pendidikan anak-anaknya, terutama pendidikan agama sesuai dengan perintah Allah dalam Al-Qur’an dan sabda Rasulullah dalam Hadis.“Suruhlah anak-anakmu mengerjakan shalat ketika berusia 7 tahun. Pukullahmereka jika tidak mengerjakan shalat setelah berusia 10 tahun dan pisahkanlah tempat tidur mereka.”

Keempat, rumah tangga teladan adalah yang penghuninya bahu membahu membantu dan berbagi tugas di antara seluruh penghuninya. Semuanya dilakukan sesuai dengan kemampuan dan kesesuaian masing-masing. Dalam hal ini tidak ada perbedaan antara yang besar dan kecil. Sebab Rasulullah telah memberikan teladan yang baik. Walau sibuk sebagai pemimpin Negara dan pemimpin umat, Rasulullah mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga dengan tangannya senjdiri, seperti memperbaiki sandalnya yang rusak, memeras susu kambing, menggendong dan mengasuh anaknya, dan sebagainya.

Menurut K.H.Abdullah Gymnastiar, rumah tangga dapat menjadi tempat ketentraman bathindan ketenangan jiwa. Dengan begitu, ketika suami sudah berlumur keringat, bersimpah peluh setelah bekerja keras, ia merindukan untuk pulang ke rumah. Kenapa? Karena baginya rumah tangga adalah sumber ketenangan dan ketentraman yang tidak akan diperoleh dalam hiruk pikuknya kehidupan di tempat lain.

Demikian pula sepatutnya seorang anak, begitu merindukan untuk pulang ke rumah, karena di sana ia akan dapati ibu dan ayahnya yang mampu menyejukkan hatinya bagai air pelepas dahaga. Sepatutnya pula seorang istri selalu merasa aman, nyaman, dan tentram berada di rumah untuk menikmati perjumpaan dengan suami dan anggota keluarganya. Mereka telah sepakat menjadikan rumah sebagai pusat ketentraman bathin dan ketenanan jiwa.

Namun kenyataannya, tidak sedikit yang terjadi di masyarakat, banyak suami yang enggan pulang ke rumahnya sendiri hanya karena setiap memasuki rumah, yang dirasakannya adalah ketidaknyamanan lantaran sikap istri dan anggota keleuarga lainnya yang tidak bersahabat.

Demikian pula dengan anak-anak, yang keluyuran, enggan pulang ke rumah karena tidak mendapatkan ketentraman ketika berada di rumah. Bahkan ada juga istri-istri yang lebih sibuk mengutamakan kegiatan di luar rumah, karena tidak bisa merasakan kenyamanan dan ketentraman hati di rumah yang menjadi tanggung jawabnya.

Kenapa semua itu bisa terjadi? Padahal kalau diperhatikan secara seksama, rumah sudah lapang, harta sudah cukup berlimpah, kedudukan penghuni rumahnya cukup tinggi, status sosialnya juga cukup dihormati, Lantas kenapa harus terjadi seperti itu?

Sesungguhnyaketentraman dan ketenangan jiwa itu hanya akan dirasakan dengan satu-satunya jalan, yaitu firman Allah dalam Al-Qur’an, “Alaa bidzikrillahi tathmainnul quluub.” Hati akan menjadi tenang dan tentram jika mengingat nama Allah.

Dengan kata lain, rumah tangga yang dibangun tanpa mengingat nama Allah, tanpa mengenal Allah, tidak taat pada perintah Allah, maka sebanyak apa pun harta yang dimiliki, setinggi apa pun jabatan dan status sosial yang disandang, tidak akan bisa membeli ketentraman danketenangan jiwa. Sesungguhnya dunia beserta isinya ini tidak akan pernah cocok dengan hati. Dia hanya akan cocok untuk kebutuhan lahiriah belaka.

Oleh karenanya, rumah tangga yang penuh berkah adalah rumah tangga yang tujuannya karena Allah, rumah tangga yang hari-harinya diisi dengan kesungguhan untuk mendekatkan diri kepada Allah, yang hartanya didapatkan di jalan Allah dan dia menafkahkannya ke jalan Allah, yang rumahnya disukai oleh Allah, yang isi rumahnya tidak membuat kemurkaan Allah.

Rumah tangga yang menjadikan Allah sebagai tujuan, pegangan, tempat bergantung, yang dibuktikan dengan ketaatan pada perinta Allah dan Rasulnya. Rumah tangga seperti inilah yang benar-benar akan merasakan ketentraman hati dan ketenangan jiwa.

Sesungguhnya hidup ini adalahmilik Allah. Dialah yang menguasai semua jalan kebahagiaan dan semua jalan kebaikan. Dunia itu tertutup kecuali bagi orang-orang yang selalu berusaha mendekatkan diri dan dekat kepada Allah SWT.

“Untuk itu pastikan rumah tangga kita menjadi rumah tangga yang ahli sujud, rumah tangga yang taat pada ketentuan Allah, rumah tangga yang dihiasi dengan berdzikir kepada Allah, rumah tangga yang selalu rindu untuk memperkokoh kemuliaan hidup di sunia, terutama kemuliaan di hadapan Allah SWT.”

Kompasiana.com

Begitu banyak orang yang merindukansebuah rumah tanggayangteramat indah, harmonis, bahagia, dan penuh dengan pesona cinta. Setiap orang yang...
SANKRAMA Selasa, 16 Agustus 2022
PAGUYUBAN KELUARGA DJUWENI


 Menjalankan rutinitas atau pekerjaan yang itu-itu saja setiap harinya tentu membuat kita jenuh dan bosan. Namun, hal itu memang tak bisa dihindari. Rasa jenuh dengan pekerjaan memang merupakan hal normal yang bisa menimpa siapa saja dengan rutinitas yang padat dan monoton, sehingga diperlukan langkah yang tepat untuk mengatasi hal itu.

Apalagi jika ditambah dengan pekerjaan yang tak kunjung selesai, dikejar oleh tenggat waktu, dan tak ada waktu untuk bersantai sedikit pun. Hal itu akan membuat Anda stres dan ingin pergi saja dari pekerjaan tersebut, padahal semestinya Anda harus belajar tentang cara mengatasi stres ketika bekerja.

Jenuh dalam pekerjaan yang kita lakukan setiap harinya memang wajar, tetapi jika didiamkan hal ini akan menurunkan semangat Anda dalam bekerja dan Anda akan menjadi tidak fokus.
rasa jenuh dengan pekerjaan saat di kantor

Tips Menghilangkan Jenuh dengan Pekerjaan di Kantor

Jika rasa jenuh ini terus mengganggu, membuat tidak nyaman, dan sudah berdampak pada produktivitas, maka Anda harus melakukan langkah konkret untuk mengatasi hal ini. Inilah cara menghilangkan rasa jenuh dengan pekerjaan yang bisa Anda lakukan:

1. Meluangkan Waktu untuk Rehat atau Istirahat Sejenak
meluangkan waktu untuk menghindari rasa jenuh dengan pekerjaan

Seseorang akan menjadi lupa waktu jika ia terlalu fokus dengan pekerjaannya. Otak Anda dipaksa untuk terus berpikir dan bekerja bahkan ketika pikiran jenuh tersebut menghampiri Anda. Dampaknya adalah produktivitas yang akan menurun secara terus menerus.

Pada saat Anda mulai merasa lelah, sebaiknya Anda meluangkan waktu sebentar saja misalnya selama 30 menit untuk istirahat. Bisa dengan mencari udara segar di luar ruangan kantor, duduk-duduk di taman menikmati pemandangan, dan sebagainya. Cara ini juga bisa menjadi langkah-langkah untuk mengatasi kelelahan kerja.

2. Mencoba Mencari Tahu apa yang Menjadi Penyebab Kejenuhan

Rasa jenuh saat bekerja tentu ada sebabnya, nah apa saja penyebab rasa jenuh ini? Anda harus mengidentifikasi hal ini dengan melihat kembali ke belakang. Apakah pekerjaan Anda memang terlalu menumpuk? Apakah jumlah gaji tak sesuai? Apakah suasana kantor yang tidak asyik? Dan masih banyak lagi.

Jika Anda sudah tahu apa penyebab kejenuhan tersebut maka Anda akan lebih mudah mengatasinya. Bahkan Anda bisa menemukan solusinya, misalnya jika pekerjaan yang Anda kerjakan terlalu berat maka Anda bisa mengkomunikasikan hal itu dengan atasan di kantor.

3. Melakukan Sesuatu yang Menyenangkan Ketika Bekerja

mendengarkan musik ketika jenuh dengan pekerjaan

Cara lain dalam menghilangkan jenuh dengan pekerjaan adalah dengan melakukan hal-hal seru dan menyenangkan pada saat bekerja. Contohnya Anda bisa mendengarkan musik sambil bekerja, atau sambil ngemil makanan kesukaan. Anda juga bisa menyelingi waktu bekerja dengan bermain game atau menonton film favorit, jika pekerjaan sedang tidak terlalu penuh.

Anda juga bisa membaca informasi yang bermanfaat dari Daya.id, dengan cara mendaftar di Daya.id dengan klik “DAFTAR” dan Anda langsung bisa mendapatkan informasi yang bermanfaat tanpa ada batasan setiap harinya.

4. Mendekorasi Meja Kerja untuk Ciptakan Suasana Baru

Suasana yang sama di suatu ruangan selama bertahun-tahun akan membuat Anda merasa jenuh. Oleh sebab itu, Anda bisa mengganti atau mendekorasi tempat kerja Anda dengan suasana yang lebih baru. Bersihkan barang yang berserakan atau menambahkan foto dan pernak pernik yang lucu, agar Anda lebih semangat bekerja.

5. Mencoba Berpikir Positif

Hadapi segala pekerjaan yang dikerjakan setiap harinya dengan santai, dan jangan menjadikan hal itu beban yang berat agar Anda bisa mengerjakan pekerjaan dengan ringan. Bersyukur dengan posisi di pekerjaan saat ini juga menjadi cara untuk berpikir positif. Pahamilah bahwa Anda merupakan orang yang beruntung, memiliki pekerjaan dan penghasilan sehingga Anda tidak menganggap pekerjaan sebagai beban.

Itulah 5 tips menghilangkan rasa jenuh saat bekerja yang harus Anda lakukan. Agar rasa jenuh yang sering melanda bisa diatasi, Anda bisa menggunakan berbagai cara ini. Sehingga tetap bisa produktif dalam pekerjaan yang Anda lakukan.

https://www.daya.id/usaha/artikel-daya/karir/5-tips-menghilangkan-rasa-jenuh-dengan-pekerjaan

  Menjalankan rutinitas atau pekerjaan yang itu-itu saja setiap harinya tentu membuat kita jenuh dan bosan. Namun, hal itu memang tak bisa d...
SANKRAMA Senin, 15 Agustus 2022
PAGUYUBAN KELUARGA DJUWENI

Dikutip dari konten media partner kompasiana, Jika membaca kutipan yang terdapat di media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter, dan lain sebagainya, maka kita akan menemukan banyak anjuran untuk menjadi optimis. Hindari menjadi sosok yang pesimis, menjadi optimis adalah jalan menuju kesuksesan dan lain sebagainya. Terkadang orang-orang melupakan bahwa di antara optimis dan pesimis terdapat satu cara lagi untuk berpikir dan bersikap, yaitu realistis. Banyak orang menganggap bahwa berpikir optimis adalah yang terbaik, namun ternyata berpikir realistis juga membawa banyak manfaat lho.

Berikut ini adalah beberapa manfaat dari berpikir secara realistis. Yuk, disimak!

1. Tidak banyak mau
Menjadi seorang yang realistis menjadikan kita seorang yang tidak memiliki banyak keinginan. Tidak memiliki banyak keinginan bukan berarti kita seperti orang yang hidup segan mati tak mau, Sobat.
Kita tetap punya keinginan, hanya saja keinginan tersebut tidaklah muluk dan ketinggian. Keinginan yang ada juga berada dalam batas wajar yang masih bisa dicapai oleh kemampuan manusia.
Kita akan menjadi sosok yang lebih sederhana dan mengalir dengan kehidupan yang ada. Kita tetap berpikir apakah keinginan yang diinginkan itu mungkin dicapai atau tidak dengan keadaan yang sekarang terjadi.
2. Kecewa yang sewajarnya
Rasa kecewa yang kita rasakan pun juga akan sewajarnya saja. Tidak terlalu menghantui dan membuat kita terpuruk berhari-hari seperti apa yang terjadi pada orang yang terlalu optimis.
Hal ini dikarenakan keinginan yang kita miliki dan tetapkan untuk diraih juga tidak terlalu muluk serta berada dalam batas wajar, jadi jika tidak tercapai pun kita bisa menerimanya dengan lapang dada. Kita sadar bahwa kita sudah berusaha sebaik yang kita bisa, dan jika gagal maka mungkin hal itulah yang seharusnya terjadi.
Kita bisa menjadikan kesalahan tersebut sebagai sebuah pelajaran agar tidak terjadi kesalahan yang sama ke depannya. Rasa kecewa yang sewajarnya membuat sosok realistis ini menjadi lebih jernih dalam berpikir sehingga mereka bisa lebih cepat menerima keadaan yang terjadi.
3. Lebih logis dan bijak
Menjadi sosok yang realistis membuat kita berpikir dengan lebih logis dan juga bijaksana. Berbeda dengan si optimis yang mempertimbangkan masa depan dan pesimis yang mempertimbangkan masa lalu.
Seorang yang realistis cenderung mempertimbangkan segala sesuatu berdasarkan kenyataan yang ada di depan mata. Karena yang dipertimbangkan adalah masa sekarang, keputusan yang dibuat si realistis ini akan menjadi lebih bijaksana dan relevan dengan kondisi yang ada.
Membuat keputusan yang diambil jadi lebih mudah diterapkan, baik oleh diri sendiri maupun juga orang lain. Bagi si realistis, masa lalu ada untuk dijadikan pelajaran dan membuat masa depan menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya.
Kalau kalian masuk dalam tim yang mana nih, Sobat? Apakah tim optimis, tim pesimis atau justru tim realistis?

Dikutip dari konten media partner kompasiana,  Jika membaca kutipan yang terdapat di media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter, dan ...
SANKRAMA Minggu, 14 Agustus 2022
PAGUYUBAN KELUARGA DJUWENI


Ada beragam teknik pengasuhan orangtua untuk mendidik anak-anak yang dapat diterapkan. Salah satunya yang telah diterangkan dalam ajaran agama Islam.
Jika Mama dan Papa seorang muslim, cara mendidik menurut pedoman dalam Alquran dan ajaran Nabi Muhammad SAW ini bisa menjadi pilihan yang tepat. 

Dengan menerapkan cara mendidik anak sesuai Islam, diharapkan si Kecil dapat memiliki akhlak atau pribadi yang baik sehingga siap bersaing di masa depan. 

Dalam mendidik anak ada beberapa cara yang dapat dilakukan.

1. Memperdengarkan Alquran secara rutin

Cara mendidik anak baiknya dimulai sejak si Kecil berada di dalam kandungan. Salah satu caranya, yaitu dengan memperdengarkan lantunan ayat suci Alquran.

Memperbanyak mengaji saat kehamilan hingga buah hati lahir dapat membawa ketenangan dan keberkahan, Ma. Selain itu, memperdengarkan Alquran akan membuat anak terbiasa dengan firman Allah SWT. 

Apalagi, dalam diri anak masih suci atau bersih sehingga lebih mudah menyerap ajaran-ajaran baik. Bahkan, jika anak telah mulai berbicara dan rutin diajarkan mengaji, ia dapat menjadi penghafal Alquran (hafiz).

2. Mengajarkan dasar-dasar agama Islam

Mengajarkan dasar-dasar agama Islam kepada anak merupakan kewajiban setiap orangtua. Pendidikan ini akan menumbuhkan iman pada diri anak sehingga dapat tumbuh menjadi pribadi yang memegang teguh ajaran Islam dalam kehidupannya. 

Kitab Al-Amali dari Imam Al-Baqir dan Imam ash Shadiq, menjelaskan tahap-tahap awal mengenalkan anak pada Allah SWT.

Diterangkan bahwa, saat anak berusia 3 tahun, ajarkan kalimat Tauhid "Laila Ha Illallah" sebanyak 7 kali. Kemudian, ketika anak menginjak usia 3 tahun 7 bulan, ajarkanlah kalimat "Muhammadar Rasulullah".

Dalam sebuah hadits disebutkan, "Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat Lailaha-illaallah. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, Lailaha-illallah. Sesungguhnya barangsiapa awal dan akhir pembicaraannya Lailaha-illallah, kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apa pun, tidak akan ditanyakan kepadanya." (H.R Ibnu Abbas)

3. Mengajarkan salat dan berikan contoh nyata

Dalam agama Islam, salat merupakan tiang agama sehingga disebut juga sebagai pondasi utama untuk menjalankan kehidupan. Jadi, hukumnya adalah wajib bagi orangtua mengajarkan salat. 

Mulai dari usia balita, dengan mengajarkan cara berwudu dan salat secara runtut. Meskipun urutan gerakannya mungkin saja masih salah.  

Teruslah berikan contoh yang baik secara nyata dalam kehidupan sehari-hari, baik ketika wudu dan salat. Secara perlahan, anak-anak akan terus mengikuti dan terbentuklah kebiasaan wudu dan salat yang benar. 

Hal ini karena usia anak-anak adalah masa emas. Di mana ia mampu menyerap seluruh pembelajaran yang diberikan orangtua dan menerapkannya dengan baik. 

Mengajarkan salat pada anak telah diterangkan dalam sebuah hadist yang artinya, "Suruhlah anak-anakmu salat ketika berumur tujuh tahun, pukulah mereka jika meninggalkannya setelah berumur sepuluh tahun dan pisahkanlah tempat tidurnya." (HR. Ahmad dan Abu Dawud).

4. Mengajarkan tauhid pada anak

Kewajiban orangtua yang perlu diajarkan pada anak-anak, yaitu mengajarkan tauhid. Tauhid atau mengenalkan Allah SWT perlu dilakukan sejak dini, Ma. 

Menanamkan tauhid dalam diri anak ini bertujuan untuk membentuk pribadi yang berakhlak baik sehingga dapat tumbuh menjadi manusia bermoral. Jadi, terhindar dari perilaku buruk. 

Sebenarnya, tauhid telah diajarkan sejak anak dilahirkan. Melalui adzan yang dikumandangkan pada telinga anak oleh Papa atau kakeknya. 

Sebagaimana yang dijelaskan dalam hadist, "Dari Abu Dawud dan Tirmidzi Aku telah melihat Rasulullah SAW mengazankan Al-Hasan bin Ali pada telinganya saat dilahirkan oleh Fatimah dengan azan seperti azan salat". (HR. Tirmidzi).

Adapun contoh urutan pembelajaran tauhid seorang anak, yaitu ajarkan terlebih dahulu kepada anak siapa itu Allah SWT. Jelaskan bahwa Allah adalah sang pencipta, hanya Allah pemberi rizki, dan Allah yang mengatur alam semesta.

Kemudian, ajarkan asma wa sifat, di mana Allah adalah zat paling sempurna, paling baik, Allah maha pemaaf, Allah akan marah jika manusia berbuat dosa, atau hal buruk lainnya. 

Ajarkan jug tauhid uluhiyyah, beri tahu pada anak bahwa manusia hanya diperbolehkan meminta sesuatu kepada Allah. Janganlah meminta kepada sesuatu yang tidak bisa melakukan apapun, dan semisa

5. Mengajarkan puasa

Puasa merupakan salah satu rukun Islam sehingga wajib diajarkan oleh para orangtua. Mama dan Papa dapat memulai dengan menjelaskan pengertian puasa. 

Di mana puasa adalah ibadah yang dilakukan dengan menahan diri dari rasa haus, lapar, dan hawa nafsu lainnya dari terbit hingga terbenamnya matahari. 

Orangtua dapat mengajarkan puasa saat anak berusia 6 tahun. Si Kecil dapat memulai puasanya dengan latihan, yaitu berpuasa setengah hari.

Jadi, anak dapat berbuka atau membatalkan puasanya sewaktu adzan dzuhur. Kemudian, melanjutkan puasa lagi hingga adzan maghrib berkumandang. 

Dalam keluarga Indonesia, cara belajar puasa seperti ini umum diterapkan pada anak-anak. Hasilnya pun cukup baik, cara ini memberikan gambaran mengenai puasa pada anak. 

Dengan belajar berpuasa sejak dini, anak-anak akan terbiasa dan mampu menjalankan puasa secara penuh saat bulan Ramadan.

Selain berlatih puasa, jelaskan anak mengenai keutamaan puasa beserta dalilnya. Beri tahu juga manfaat dalam Islam dan dari segi kesehatan, Ma. 

6. Memberi nama panggilan yang baik

Terkadang, para orangtua atau keluarga tidak sadar telah memberikan nama panggilan yang kurang baik bagi anaknya. Mungkin, memang hanya sebagai guyonan saja, tetapi sebaiknya hal ini dihindari. 

Agama Islam mengajarkan untuk memberi nama panggilan yang baik pada anak. Pemberian nama merupakan doa untuk si Kecil. Dengan nama panggilan yang baik, doa yang diberikan pun akan baik pula.

Selain itu, memberi nama panggilan yang baik juga menjadi bentuk penghormatan orangtua pada anak. Sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadist, "Hormatilah anak-anakmu dan perhatikanlah pendidikan mereka karena anak-anakmu sekalian adalah karunia Allah kepadamu" (HR Ibnu Majah).

7. Membacakan kisah nabi sebagai suri tauladan

Ada beragam kisah nabi, rasul, maupun sahabatnya yang bisa orangtua ceritakan pada anak-anak. Hal ini bertujuan untuk mengajarkan nilai-nilai kebaikan dan memberi contoh atau suri tauladan yang baik bagi si Kecil. 

Membacakan kisah-kisah penuh ajaran kebaikan ini juga dapat membentuk buah hati menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan. Selain itu, anak pun akan menerapkan nilai-nilai baik sesuai syariat Islam dalam kehidupannya. 

8. Membiasakan untuk ucapan salam

Mengajarkan anak untuk mengucap salam menjadi salah satu cara mendidik dalam agama Islam yang perlu orangtua perhatikan. Salam merupakan bentuk doa kepada orang lain. 

Kata Assalamualaikum yang biasa diucapkan sebagai salam ini memiliki arti, "Semoga kamu terselamatkan dari segala duka, kesulitan dan nestapa."

Biasakanlah untuk mengucapkan salam saat bertemu dan bertamu pada orang lain. Memberikan salam ini juga sebagai bentuk sopan santun, Ma. 

Selain mengucap salam, ajarkanlah si Kecil untuk menjawab salam. Hal ini karena menjawab salam adalah kewajiban. 

Dengan kata Waalaikumsalam. Jawaban salam juga berarti mendoakan karena berarti, "Dan semoga keselamatan terlimpah juga kepadamu/kalian."

9. Membiasakan diri bersikap sederhana

Membiasakan anak untuk bersikap sederhana dalam kehidupan merupakan salah satu penerapan dari tauladan Rasulullah SAW. 

Meskipun Rasulullah SAW memiliki kekuasaan untuk memimpin umat muslim, tetapi beliau tidak pernah mengandalkan kekuasaan tersebut untuk mengambil keuntungan pribadi. Ketika lapar, beliau pun lebih memilih untuk menahannya, bukan meminta dilayani.

Ajarkan anak-anak bersikap sederhana seperti Rasulullah SAW ketika memiliki kekuasaan atau keistimewaan di mata orang lain. Dengan tidak memanfaatkan kekuasaan atau keistimewaan untuk melakukan hal-hal yang buruk dan dzolim. 

Selain itu, Mama dan Papa dapat mengajarkan untuk hidup sederhana seperti Rasulullah SAW. Misalnya, dengan menggunakan pakaian yang sederhana dan tidak perlu dengan kain panjang terjuntai yang menampakkan kesombongan.

10. Memerhatikan pergaulan si Kecil

Penting bagi setiap orangtua untuk memerhatikan pergaulan anak-anaknya. Pastikan si Kecil berada pada lingkup pertemanan yang positif. 

Rasulullah SAW bersabda bahwa, "Perumpamaan kawan yang baik dan kawan yang buruk seperti seorang penjual minyak wangi dan seorang peniup alat untuk menyalakan api."

Apabila anak-anak berteman dengan orang yang baik, maka hubungan pertemanan dan perilakunya pun akan ikut baik pula, Ma. 

11. Mempererat hubungan Mama dan buah hati

Seorang Mama merupakan orang yang perlu dimuliakan oleh anak-anaknya. Hal ini karena surga anak berada di bawah telapak kaki Mama atau ibunya. Jadi, diperlukan jalinan atau hubungan baik antara Mama dan anaknya.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mempererat hubungan Mama dan Si Kecil. Misalnya, dengan membentuk bonding melalui belajar, bermain, atau beribadah bersama. 

Selain itu, janganlah pernah berniat memisahkan hubungan Mama dengan buah hatinya. Hal ini dijelaskan oleh Abu Ayyub, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, "Barang siapa memisahkan antara seorang ibu dan anaknya, niscaya Allah akan memisahkan antara dia dan orang-orang yang dicintainya pada hari kiamat."

12. Mengajarkan sedekah dan berbagi pada sesama

Agama Islam mengajarkan untuk menjalin hubungan baik antara umat manusia. Dengan memberikan kasih sayang dan saling memberi atau bersedekah. 

Sedekah merupakan hal wajib untuk dilakukan karena setiap harta yang dimiliki manusia, terdapat hak orang lain di dalamnya. Jadi, perlu dikeluarkan dalam bentuk sedekah pada orang yang tidak mampu. 

Bersedekah perlu diajarkan oleh orangtua sejak dini agar anak terbiasa melakukannya hingga dewasa. Sedekah atau berbagi pada sesama dapat dilakukan dalam bentuk ilmu, barang-barang, atau uang.

Hal yang paling penting dari sedekah, yaitu ikhlas. Dengan niat yang ikhlas dan tulus, sedekah pun akan bernilai pahala oleh Allah SWT. Keberkahan juga akan didapatkan, Ma.

13. Mengajarkan adab-adab yang baik

Selanjutnya, cara mendidik anak dalam agama Islam yang perlu Mama dan Papa terapkan dalam pengasuhan, yaitu mengajarkan adab-adab kebaikan. 

Adab-adab yang baik ini meliputi perilaku atau sopan santun anak terhadap orang lain. Orangtua dapat mengajarkan anak untuk menghormati sesama, selalu bersikap jujur, murah hati, dan adil. 

Selain itu, ajarkan juga si Kecil untuk menjaga kebersihan. Sebagaimana yang dijelaskan dalam hadist, "Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan menyukai keindahan (termasuk kebersihan dan kerapihan)." (HR. Muslim no. 91).

14. Memberitahukan perbedaan anak perempuan dengan laki-laki

Penting bagi orangtua untuk mengajarkan anak mengenai perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Misalnya, memisahkan kamar Mama dan Papa dengan anak. Terutama jika memiliki adik a

tau kakak berbeda jenis kelamin. 

Jelaskan pula beberapa perbedaan antara laki-laki dan perempuan pada anak sehingga anak mengetahui batasan. Cara ini juga dapat mengajarkan anak untuk mengendalikan hawa nafsu. 

15. Mendoakan anak dengan tulus

Kekuatan doa orangtua pada anak-anak tidak dapat disepelekan, Ma. Maka, mendoakan si Kecil dengan tulus menjadi hal penting dalam cara mendidik anak sesuai ajaran Islam. 

Doa juga termasuk dalam bentuk kasih sayang yang dicurahkan Mama dan Papa pada anak.

Seperti yang tertuang dalam Alquran surah Al-Furqon ayat 74 yang artinya, "Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa."

Itulah 15 cara mendidik anak menurut Islam yang sesuai dengan Alquran maupun ajaran Nabi. Semoga dapat bermanfaat dan bisa diterapkan oleh Mama dan Papa di rumah, ya. 

Ada beragam teknik pengasuhan orangtua untuk mendidik anak-anak yang dapat diterapkan. Salah satunya yang telah diterangkan dalam ajaran aga...
SANKRAMA Rabu, 10 Agustus 2022
PAGUYUBAN KELUARGA DJUWENI


Waktu merupakan suatu hal yang sangat berharga dan tidak akan bisa Anda putar kembali. Saat Anda memiliki waktu luang pergunakanlah dengan baik dan semaksimal mungkin. Ditambah lagi dengan kondisi wabah virus corona yang mengharuskan mayoritas dari karyawan untuk bekerja dari rumahnya masing-masing. Situasi yang mengharuskan Anda untuk bekerja dari rumah akan membuat Anda akan memiliki waktu luang yang lebih banyak dari biasanya.

Agar Anda bisa mengetahui apa saja kegiatan bermanfaat untuk mengisi waktu luang di rumah. Untuk itu pada artikel kali ini akan dibahas mengenai:

Apa itu Mengisi Waktu Luang?

15 Tips Kegiataan Bermanfaat untuk Mengisi Waktu Luang

  1. Menata Rumah Idaman Anda
  2. Mengatur Keuangan
  3. Membersihkan Rumah Secara Mendetail
  4. Memperbaiki Barang yang Rusak
  5. Membersihkan Email
  6. Melakukan Hobi yang Disukai
  7. Rutin Berolahraga Agar Tetap Bugar
  8. Mengikuti Kursus dan Pelatihan Online
  9. Melakukan Meditasi untuk Menenangkan Pikiran
  10. Belajar Memasak Makanan yang Disukai
  11. Membuat Taman Sederhana
  12. Menghubungi Relasi dan Keluarga
  13. Latihan Bernyanyi
  14. Menikmati Waktu Bersama Keluarga
  15. Beristirahat dengan Baik Agar Kesehatan Tetap Terjaga

1. Apa itu Mengisi Waktu Luang

Waktu luang dapat diartikan sebagai waktu dimana kita bisa melakukan hal yang kita suka dan merujuk kepada kegiatan yang bersifat santai dan menyenangkan. Waktu luang juga bisa berarti sebuah kesempatan yang tersedia untuk Anda disela-sela kesibukan pekerjaan Anda. Dikutip dari Brainly, Negara barat mempunyai definisi sendiri mengenai waktu luang yaitu waktu bebas Anda yang tersisa dari 24 jam setelah dikurangi oleh kegiatan penting sehari-hari termasuk tidur.

2. 15 Tips Kegiatan Bermanfaat untuk Mengisi Waktu Luang

Mengisi waktu luang merupakan sebuah momen yang sangat menarik dan harus Anda coba lakukan. Dengan mengisi waktu luang Anda bisa lebih mengeksplor berbagai aktivitas yang mungkin jarang Anda pikirkan. Disela-sela kesibukkan Anda harus meluangkan setidaknya waktu untuk menikmati waktu luang untuk menghindari stress.

Anda tentunya semakin memiliki waktu luang saat Anda harus bekerja dari rumah disebabkan oleh virus corona. Meskipun melakukan pekerjaan dari rumah, hindarilah untuk bekerja secara berlebihan. Dengan mengisi waktu luang, Anda bisa mengistirahatkan pikiran Anda dan mengisinya dengan hal positif. Di bawah ini akan dibahas 15 tips kegiatan bermanfaat untuk mengisi waktu luang.

1. Menata Rumah Idaman Anda

Waktu luang merupakan momen yang tepat untuk menata rumah idaman Anda. Setelah Anda sibuk bekerja dan hampir tidak memiliki waktu untuk menata rumah, maka ketika Anda memiliki waktu luang bisa dimanfaatkan untuk menata situasi rumah.

Mulailah terlebih dahulu dari membersihkan halaman depan rumah agar terlihat lebih rapih dan tidak menganggu kebersihan lingkungan sekitar. Selain itu, halaman rumah yang tertata bersih juga akan mengurangi kelembapan yang bisa membuat udara menjadi lebih kotor dan tidak nyaman.

Lanjutkanlah dengan mulai menata bagian dalam rumah Anda. Rapihkan dan sisihkanlah barang-barang yang sudah tidak Anda pakai. Sumbangkanlah barang tersebut apabila masih layak untuk digunakan oleh orang lain.

2. Mengatur Keuangan

Waktu yang paling tepat untuk mengatur keuangan adalah saat Anda sedang lenggang dan tidak dibebani oleh pikiran pekerjaan lainnya. Anda bisa dengan lebih leluasa untuk menghitung dan memikirkan apa saja yang dibutuhkan oleh Anda dan keluarga selama beberapa waktu ke depan. Pikirkan dan aturlah keuangan dengan menggunkanan kepala dingin agar Anda bisa menjadi lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan mengenai keuangan Anda.

Usahakan agar selama masa karantina virus corona Anda harus menyiapkan kebutuhan pokok yang mencukupi. Belanjalah secukupnya agar anggaran finansial tidak menjadi berantakan dan hindari untuk melakukan panic buying.

3. Membersihkan Rumah Secara Mendetail

Waktu luang merupakan saat yang tepat untuk membersihkan rumah Anda secara mendetail. Mulailah dengan membersihkan debu-debu yang menempel pada perabotan hingga plafon rumah Anda. Gantilah seprei kasur Anda agar bakteri dan tungau tidak dapat tumbuh dan membuat Anda menjadi sakit. Bersihkan juga kamar mandi dengan baik agar tidak menjadi tempat yang lembap dan ditumbuhi oleh lumut.

Bersihkan juga kipas angin atau filter pendingin udara yang ada pada rumah dari debu. Rumah yang bersih adalah rumah yang nyaman. Dengan menjaga kebersihan rumah Anda juga bisa berperan untuk mengurangi terjadinya kemungkinan penularan virus corona pada keluarga Anda.

4. Memperbaiki Barang yang Rusak

Memperbaiki barang yang rusak memang bukan merupakan tugas yang mudah. Namun apabila Anda memiliki waktu luang yang banyak maka tidak ada salahnya bagi Anda untuk belajar memperbaikinya sendiri. Selain melatih keterampilan tangan, dengan Anda juga bisa jadi menghemat pengeluaran untuk membeli barang yang baru.

Lakukan perbaikan secara hati-hati agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Matikan terlebih dahulu colokan listrik sebelum Anda mulai membongkar barang elektronik. Hindari bekerja pada ruangan yang gelap dan pastikanlah Anda menggunakan peralatan yang tepat.

5. Membersihkan Email

Membersihkan isi email mungkin terdengar sepele dan tidak penting. Namun, email yang terlalu penuh akan membuat Anda menjadi bingung dan sulit untuk mencari email dari seseorang. Tidak hanya itu saja, email Anda juga akan terlihat berantakan dan tidak menarik untuk dilihat.

Pisahkannlah email penting dan tidak agar tidak memenuhi kotak masuk Anda. Hapus juga berbagai email yang berada pada kotak Spam dan Social agar tidak penuh. Tandai email mana saja yang sudah tidak penting dan bisa Anda hapus.

6. Melakukan Hobi yang Disukai

Apabila selama ini Anda tidak memiliki waktu yang tepat untuk melakukan hobi, pergunakanlah momen selama Anda bekerja dari rumah untuk melakukannya. Hobi seringkali memerlukan waktu yang tidaklah sedikit. Oleh karena itulah, manfaatkan waktu luang yang Anda punya untuk mengasah dan menjalankan hobi kesukaan Anda.

Hindarilah untuk berpergian terlebih dahulu selama masa karantina virus corona dan usahakanlah agar Anda melakukan hobi tersebut dirumah saja. Cobalah untuk mengeksplor hobi yang baru selama Anda berada di rumah.

7. Rutin Berolahraga Agar Tetap Bugar

Sisihkanlah waktu dalam sehari untuk berolahraga. Dengan melakukan olahraga walaupun hanya sebentar bisa membuat tubuh Anda menjadi lebih sehat dan menguatkan sistem imun Anda. Selain itu dengan berolahraga juga bisa membuat pikiran Anda menjadi lebih rileks oleh hormon yang dikeluarkan tubuh Anda.

Lakukanlah gerakan ringan seperti yoga ataupun streching. Apabila Anda mempunyai sepeda statis ataupun treadmill akan lebih memudahkan olahraga Anda. Hindari melakukan olahraga yang terlalu berat seperti mengangkat beban yang terlalu berat agar terhindar dari cedera selama berolahraga.

8. Mengikuti Kursus dan Pelatihan Online

Selama masa karantina virus corona Anda dianjurkan untuk tidak keluar rumah. Namun, Anda masih bisa mengisi waktu luang tersebut dengan mengikuti kursus dan pelatihan secara daring. Dengan menggunakan metode pembelajaran yang dilakukan secara nirkabel terbukti efektif dalam memberikan informasi pendidikan yang menarik untuk Anda.

Gunakan berbagai situs daring yang menyediakan pembelajaran secara online Pilihlah topik yang paling menarik untuk Anda. Manfaatkan setiap momen pembelajaran yang Anda ikuti untuk mempelajari hal yang baru.

9. Melakukan Meditasi untuk Menenangkan Pikiran

Dilansir dari World Health Organization, waktu luang merupakan sebuah kesempatan emas bagi Anda untuk melakukan meditasi. Pelajari metode yang tepat dalam melakukan meditasi dengan menggunakan video yang bisa Anda temui melalui media sosial. Hilangkanlah seluruh beban pikiran Anda dan fokuslah terhadap meditasi yang Anda lakukan. Gunakanlah waktu paling tidak selama 30 menit untuk bermeditasi dengan tenang.

10. Belajar Memasak Makanan yang Disukai

Memasak merupakan salah satu ide yang bisa Anda lakukan untuk mengisi waktu luang Anda. Pelajarilah resep yang bisa ditemukan pada media sosial dan Anda bisa menerapkannya dengan mencoba memasaknya sendiri. Berhati-hatilah saat Anda menggunakan kompor dan pastikan agar tingkat kesulitan resep yang Anda coba sesuai dengan keahlian yang Anda miliki.

11. Membuat Taman Sederhana

Taman bisa membawa suasana yang menyenangkan bagi siapapun. Anda bisa mempergunakan waktu luang tersebut untuk membuat taman sederhana pada rumah Anda. Dikutip dari Active Norfolk, berkebun dan menanam tanaman bisa mengurangi rasa depresi dan stress. Rumah yang sehat adalah rumah dengan taman yang asri dan segar. Taman bisa Anda buat secara sederhana tanpa harus menggunakan tempat yang banyak.

Sebagai tahap awalnya Anda bisa menggunakan pot yang dibuat dari botol minuman bekas yang sudah dipotong terlebih dahulu. Isilah dengan tanah dan pupuk barulah tanamkan bibitnya pada tanah tersebut. Gantunglah pot sederhana tersebut pada halaman rumah Anda agar terlihat menarik.

12. Menghubungi Relasi dan Keluarga Jauh

Pergunakan waktu luang untuk bersosialisasi dengan relasi dan keluarga jauh Anda. Tanyalah bagaimana kondisi dan perkembangan mereka. Setiap orang tentu akan sangat senang apabila Anda memperhatikan dan menanyakan kondisinya. Dengan menghubungi kerabat Anda, mereka akan merasakan rasa bahagia karena bisa mencurahkan isi dan pikiran mereka kepada Anda.

13. Latihan Bernyanyi

Siapa yang menyangka bahwa dengan bernyanyi bisa menghilangkan stress dan membuat pikiran menjadi lebih tenang? Dikutip dari The Barnacle Choir Organization, menyanyi merupakan sebuah aktivitas aerobik dan memberikan oksigen yang lebih banyak pada darah yang mampu melepaskan endorfin. Isilah waktu luang Anda dengan menyanyikan lagu-lagu favorit Anda. Tidak hanya itu saja, Anda juga bisa mengikuti pelatihan vokal secara daring untuk meningkatkan kemampuan vokal Anda.

14. Menikmati Waktu Bersama Keluarga

Tidak ada tempat terbaik lagi selain meluangkan waktu bersama keluarga yang Anda cintai. Nikmatilah waktu luang yang sangat berharga untuk berkumpul dan mengobrol bersama keluarga. Dengarkan cerita-cerita menarik yang disampaikan oleh anggota keluarga Anda. Pergunakanlah momen yang langka ini sebagai waktu untuk mendekatkan diri kepada seluruh anggota keluarga.

15. Beristirahat dengan Baik Agar Kesehatan Tetap Terjaga

Beristirahat merupakan sebuah momen yang sangat baik bagi tubuh Anda untuk melakukan recovery. Pergunakanlah waktu luang Anda untuk istirahatkan tubuh setelah menyelesaikan banyak aktivitas yang melelahkan. Letakkanlah seluruh gadget agar pikiran Anda tidak terpengaruhi kembali oleh hal yang tidak perlu.

Itulah 15 ide kegiatan bermanfaat untuk mengisi waktu luang Anda secara baik. Pergunakanlah setiap kesempatan yang ada untuk melakukan aktivitas yang positif dan berguna. Kurangi juga untuk melakukan aktivitas di luar rumah apabila tidak terlalu penting.

Waktu merupakan suatu hal yang sangat berharga dan tidak akan bisa Anda putar kembali. Saat Anda memiliki waktu luang pergunakanlah dengan b...
SANKRAMA Selasa, 09 Agustus 2022